Jumat, 08 November 2019

Perbanyakan Benih Nenas Dengan Stek Batang dan Mahkota

Cara memperbanyak nanas dengan stek

Benih merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman nenas. Benih yang baik berasal dari tanaman induk yang berkualitas dan terbebas dari hama dan penyakit terutama penyakit sistemik. Pada umumnya, tanaman nenas diperbanyak secara vegetatif, yaitu menggunakan tunas anakan, slip, mahkota, maupun stek batang.
Stek batang dan mahkota baik digunakan untuk perbanyakan klon atau varietas nenas yang memiliki jumlah anakan sedikit, seperti klon Cayenne, Spanish (Hijau dan Merah) yang hanya memiliki tunas anakan berkisar 2 – 3 tunas. Cara ini didasarkan pada pengaktifan pertumbuhan dari mata dorman yang terletak pada batang maupun mahkota. Dengan cara ini akan diperoleh benih yang cukup banyak.

PELAKSANAAN :
1. Persiapan
     1.Stek batang :
  • Bahan stek diambil dari batang tanaman nenas yang telah berbuah, sehingga batangnya panjang dan sudah cukup tua (Gb. 1A).
  • Bongkar tanaman dan bersihkan batang dari  daun-daun yang kering dan akar yang melilit batang (Gb. 1B).
  • Belah batang menjadi 2 bagian. Selanjutnya batang yang berdaun dipotong setebal ±1 cm dengan mengikutkan 1 daun per potongan (Gb. 1C). Batang yang tidak berdauan  dipotong sepanjang 1cm-2cm, kemudian belah potongan tersebut menjadi 2-4 bagian (Gb. 1D). Apabila diameter batang besar, maka batang dapat dibelah menjadi 6 bagian. Usahakan potongan tidak mengenai  mata atau calon tunas.

  1. Stek Mahkota:
  • Ambil mahkota dari buah yang sudah dipanen (Gb. 2A)
  • Belah mahkota  menjadi 4 bagian (Gb. 2B). Jika ukuran meristem pada mahkota panjang, maka potongan tersebut dapat dipotong-potong lagi setebal ± 1cm (Gb.2C)
  • Kurangi jumlah daun yang melekat pada potongan mahkota (Gb. 2D).
Persiapan stek mahkota
2. Rendam potongaan batang dan mahkota tersebut ke dalam larutan fungisida selama ±5 menit, kemudian angkat dan kering-anginkan.
3. Stek siap ditanam pada media pasir dengan jarak tanam 5 cm (Gb. 3A, B, C). Pada stek batang yang tidak berdaun, posisi ujung belahan mengarah ke bawah dan punggungnya mengarah ke atas (Gb. 3B). Tutup potongan tersebut dengan media setebal 1,5 – 2 cm.
4. Dalam masa 7-10 hari  pertama sesudah penanaman, penyiraman dilakukan sedikit mungkin, agar permukaan bekas potongan  menjadi kering dan keras.  Temperatur yang baik untuk menumbuhkan stek  berkisar 29° C.
5. Setelah  tunas tumbuh dan berakar, yaitu kira-kira umur ± 3 - 4 bulan, maka tunas kecil tersebut dapat dipindahkan ke bedeng persemaian  atau ke polibag yang berisi campuran media tanah : pupuk kandang : pasir (1:1:1) dengan jarak tanam lebih dijarangkan.
6. Selama di pembenihan, pemeliharaan benih yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian hama/penyakit, dan penyiangan.
7. Setelah 6- 8 bulan benih siap ditanam ke lapang. Dalam satu batang atau mahkota dapat dihasilkan    4 - 15 benih.

Media tanam bisa memakai polibag ataupun langsung ke media tanah lapang atau kebun agar lebih baik dalam perkembangan akar dan juga buah yang dihasilkannya.